B.Braun Indonesia Dukung Inisiatif Hijau dengan PLTS Baru

Uncategorized128 Dilihat

B. Braun Indonesia, perusahaan teknologi medis asal Jerman, berkomitmen mendukung upaya pemerintah menciptakan industri ramah lingkungan. Komitmen ini diwujudkan dengan meresmikan pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,2 MwP di pabrik B. Braun Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Peresmian PLTS oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, S.H., M.H ini mengapresiasi langkah B Braun Indonesia yang turut menjadi bagian dalam upaya  mendorong konversi energi berbasis fosil ke energi baru terbarukan melalui pengoperasian panel surya untuk menyuplai kebutuhan energi listrik di berbagai asetnya. “Kami berharap langkah inisiasi akan terus dikembangkan dan dapat diikuti oleh korporasi lainnya dalam pemanfaatan EBT untuk menekan jejak karbon,” ujarnya dalam keterangan tertulis (18/01/2024).

Pengoperasian PLTS ini merupakan salah satu upaya B. Braun Indonesia untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan dan upaya transisi energi yang dilakukan perusahaan untuk suplai energi listrik di berbagai asetnya, salah satunya di fasilitas produksinya.

“B Braun Indonesia berkomitmen kuat dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan kebijakan energi baru terbarukan (EBT) yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia,” ujar Presiden Direktur B. Braun Indonesia Rainer Ruppel. Penggunaan PLTS untuk suplai energi listrik di berbagai aset perusahaan merupakan salah satu inisiatif B Braun Indonesia dalam upaya transisi energi dan menekan emisi gas buang CO2 melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.

PLTS ini mampu menghasilkan 1.673-Gigawatt hour (GWh) listrik per tahun dan dapat memenuhi sekitar 20-30 persen kebutuhan listrik di pabrik B. Braun Indonesia. Pengoperasian panel surya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon hingga sebesar 25 persen (346 ton) emisi karbon per tahun. Rainer juga menyampaikan bahwa B. Braun secara global menargetkan penurunan emisi CO2 sebesar 50 persen hingga tahun 2030.

Baca Juga  Aplikasi Lintas Bangsa Bidik Pengguna Ximply Mencapai 120 Ribu di 2024

“Untuk mendukung pengurangan emisi karbon, pengoperasian PLTS ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai 23 persen bauran energi baru terbarukan pada tahun 2025 dan Net Zero Emission pada tahun 2060,” ungkap Rainer.

Selain pengoperasian PLTS, B. Braun Indonesia juga telah melakukan berbagai inisiatif transisi energi dan berinvestasi dalam menciptakan dampak positif terhadap lingkungan. B. Braun Indonesia telah menerapkan konsep pabrik ramah lingkungan dengan pemanfaatan pencahayaan alami dan teknologi pabrik yang hemat energi. B. Braun Indonesia juga memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dalam produksi cairan dasar infus dan penanaman pohon di sekitar fasilitas produksi untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi.

“Kami meyakini bahwa inisiatif ini akan mendorong operasi perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien, yang mendukung komitmen B. Braun Indonesia untuk mengembangkan bisnis yang harmonis dengan lingkungan demi generasi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutur Rainer.

Dengan lebih dari 65.000 karyawan di 64 negara, B. Braun merupakan perusahaan teknologi medis global yang berfokus pada 16 bidang terapi. Perusahaan ini  mendukung para praktisi kesehatan dengan produk, solusi medis, dan konsep pelatihan yang inovatif. Di Indonesia, menyediakan solusi bisnis perawatan kesehatan cerdas untuk menjadi mitra pilihan pelanggan, dengan menyediakan konsep perawatan dan model bisnis yang komprehensif, serta didukung dengan pabrik farmasi berteknologi tinggi di Karawang, Jawa Barat dan pusat pelatihan medis Aesculap Academy di Tabanan, Bali.

Swa.co.id.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *