Wanita di Korut Dilarang Gunakan Celana Pendek, Pelanggar Bisa Ditangkap Polisi

Berita248 Dilihat

Rabu, 16 Agustus 2023 – 14:24 WIB

Pyongyang – Korea Utara akan menghukum wanita yang mengenakan celana pendek. Pihak berwenang mengatakan celana pendek dengan panjang di atas lutut adalah infiltrasi mode kapitalis, tetapi hanya jika pemakainya adalah wanita, kata penduduk di negara itu kepada Radio Free Asia. 

Baca Juga :

Prediksi Jenderal Kang, Dunia Selangkah Lagi Dilanda Perang Nuklir

Kampanye terbaru melawan “perilaku anti-sosialis” adalah contoh lain dari Pyongyang yang menegakkan Undang-Undang Penolakan Pemikiran dan Budaya Reaksioner yang ditulis secara samar-samar, yang disahkan pada tahun 2020 dengan maksud untuk menghilangkan kegiatan yang dianggap sebagai praktik budaya Korea Selatan, asing atau kapitalis. 

Sementara pelanggar hukum seringkali adalah warga negara yang tertangkap menonton dan mendistribusikan media Korea Selatan dan Barat. Otoritas Berwenang Korut juga menindak warganya yang menggunakan pewarnaan jendela, berbicara dan mengirim SMS menggunakan slang atau ejaan kata Korea Selatan, mengajari kaum muda cara menari, mengubah kebiasaan mereka, mengecat rambut dan mengenakan gaya pakaian yang tidak disetujui. 

Baca Juga :

Tentara AS yang Melarikan Diri ke Korea Utara Mengaku Alami Diskriminasi di Amerika

Para wanita di Korea Utara.

Para wanita di Korea Utara.

Hukuman berat termasuk hukuman penjara yang lama dan bahkan eksekusi. Meskipun undang-undang tersebut secara teknis berlaku untuk pria dan wanita, tindakan keras saat ini hanya menargetkan wanita yang mengenakan celana pendek. 

Baca Juga :

Korut Ungkap Tentara AS Travis King yang Kabur ke Negaranya Ingin Cari Suaka

Langkah untuk menghentikan wanita memamerkan terlalu banyak kulit di bawah lutut dimaksudkan untuk melestarikan tradisi etiket dan gaya hidup sosialis, kata seorang penduduk provinsi barat laut Pyongan Utara kepada Layanan Korea RFA pada hari Selasa dengan syarat anonim untuk berbicara dengan bebas.

Baca Juga  Realme 11 akan Tampil Beda

“Semakin banyak perempuan yang memakai celana pendek di kota-kota, termasuk di sini di Sinuiju, pihak berwenang mencatat hal itu sebagai pelanggaran etiket berpakaian,” katanya. 

Halaman Selanjutnya

“Kemarin patroli polisi menangkap 10 perempuan di pasar, karena pakai celana pendek. Mereka harus menulis pernyataan kritik diri dan menandatangani dokumen yang mengatakan bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi hukum jika ketahuan memakai celana pendek lagi,” ujarnya. 

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *