Genjot Bisnis dengan Penerapan ESG, Pupuk Kaltim Ikut Benahi Ekosistem Laut

Berita214 Dilihat

Sabtu, 19 Agustus 2023 – 02:38 WIB

Jakarta – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus menggenjot bisnis perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Environment, Social dan Governance (ESG). Salah satunya dengan turun tangan dalam program Konservasi Taman Laut dan Sarana Media Terumbu Karang (Kilau Samudera).

Baca Juga :

GPA 2023, IPW Apresiasi Pelaku Bisnis Tingkatkan Standar Industri Properti Nasional

Program ini mengusung konsep pemberdayaan masyarakat untuk perbaikan ekosistem perairan dan terumbu karang, sekaligus mendorong kemandirian dengan mengedepankan kemanfaatan melalui cakupan yang lebih luas di Kota Bontang. Dengan sasaran utama mengubah pola pikir masyarakat nelayan untuk menghentikan aktivitas Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan (PITRAL).

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengungkapkan, program yang diinisiasi sejak 2017 ini berangkat dari keprihatinan Pupuk Kaltim terhadap maraknya aktivitas PITRAL di perairan Bontang, yang sangat berdampak terhadap kesinambungan ekosistem dan biota laut.

Baca Juga :

Kibarkan Merah Putih Bawah Laut di Bali, Kemendikbudristek Lestarikan Pemajuan Kebudayaan

“Melalui program ini, Pupuk Kaltim tidak hanya menitikberatkan pada konservasi perbaikan terumbu karang di perairan Bontang, tapi juga merangkul masyarakat yang awalnya pelaku PITRAL menjadi motor utama penggerak program melalui kelompok dengan nama Kimasea di Kelurahan Loktuan Bontang Utara,” ujar Budi dikutip dari keterangannya, Sabtu, 19 Agustus 2023. 

Dia mengatakan, klompok ini juga berperan dalam mengajak nelayan di Kota Bontang mengentaskan persoalan rusaknya ekosistem perairan. sehingga kesadaran masyarakat dalam menjaga perairan sebagai tanggungjawab bersama turut meningkat.

Baca Juga :

Banyak Promo Menarik di GIIAS 2023, Beli Kendaraan Dipermudah

Pembinaan ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran nelayan dalam menjaga ekosistem perairan, dengan mendorong aksi nyata penyelamatan ekosistem perairan tanpa ada lagi aktivitas destruktif dalam penangkapan ikan.

Terumbu Karang.
img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *