Anak Sering Makan Sambil Nonton dan Dipangku, Ini Bahayanya Moms

Berita286 Dilihat

Selasa, 8 Agustus 2023 – 18:41 WIB

JAKARTA – Nutrisi anak sangat penting dipenuhi di masa tumbuh kembangnya agar memberikan manfaat baik bagi kesehatan fisik di masa depan. Pemberian nutrisi menjadi hal yang tak boleh terlupakan di momen ini sehingga menjadi tugas para orang tua. Namun, tak sedikit yang salah dalam proses pemberian nutrisi ini sehingga justru berdampak buruk pada kesehatan anak.

Baca Juga :

Polusi Udara Merebak, Derita Stunting Intai Anak

Dokter spesialis kesehatan anak nutrisi dan penyakit metabolik RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Novitria Dwinanda, Sp. A., menjelaskan bahwa para orang tua patut memahami feeding rules atau aturan pemberian makan yang tepat. Feeding rules ini terdiri dari tiga hal yaitu jadwal, lingkungan, dan prosedur.

“Urutannya makan pakai jadwal, artinya makan di jam yang tertib. Akhirnya anak akan terjadwal lapar di jam segitu,” jelasnya dalam acara media di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2023.

Baca Juga :

MA Sebut Hanya Lulusan SD, Pinkan Mambo: Itu Salah Dia Homeschooling!

Ilustrasi makanan sehat.

Dari jadwal rutin ini, para orang tua juga harus memahami bahwa durasi pemberian makan tidak boleh lebih dari 30 menit. Apabila dipaksa melebihi durasi tersebut, anak bisa mengalami trauma secara psikisnya.

Baca Juga :

9 Manfaat Air Kelapa: Kelebihan di Setiap Tetesannya

“Anak dikasih makan, nyaman di 30 menit pertama. Setelah itu, dia bosen. Tapi mamanya menyuruh habiskan 1 mangkuk, yang ada anaknya trauma, sebel lihat sendok,” imbuhnya.

Tak hanya itu, para orang tua kekinian juga kerap terbiasa memberi makan pada anak dengan memberikan tontonan di tv atau gawai. Lama kelamaan, anak yang terbiasa makan sambil nonton ini akan merasa ‘menderita’ dan di satu titik akan mulai susah makan karena tidak memahami makna dari proses pemberian makan itu sendiri.

Baca Juga  Al Nassr Juara Piala Champions Arab usai Kalahkan Al Hilal 2-1, Cristiano Ronaldo Borong 2 Gol lalu Cedera

Halaman Selanjutnya

“Dia nggak tahu apa yang dikasih, dia terpana oleh tv dan dia nggak tahu benda apa dimakanan. Dia nggak tahu bentuk makanan seperti apa. Saat dia nggak tau, dia jadi sesuatu yang pasif, dia jadi objek aja untuk makan. Di satu titik, dia mau menunjukkan bahwa dia nggak mau makan ada istilah GTM. Maka, ajak anak partisipasi apa yang dia makan, apa yang diberikan saat dia makan,” tuturnya.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *